DEFINISI DAN DASAR PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Definisi Pengambilan Keputusan
Pengambilan keputusan dapat dianggap sebagai suatu hasil atau
keluaran dari proses mental atau kognitif yang membawa pada pemilihan suatu
jalur tindakan di antara beberapa alternatif yang tersedia. Setiap proses
pengambilan keputusan selalu menghasilkan satu pilihan final. Keluarannya bisa
berupa suatu tindakan (aksi) atau suatu opini terhadap pilihan.
Definisi Pengambilan Keputusan Menurut Para Ahli :
·
Menurut George R. Terry pengambilan keputusan adalah pemilihan
alternatif perilaku (kelakuan) tertentu dari dua atau lebih alternatif yang
ada.
·
Menurut Sondang P. Siagian pengambilan keputusan adalah suatu
pendekatan yang sistematis terhadap hakikat alternatif yang dihadapi dan
mengambil tindakan yang menurut perhitungan merupakan tindakan yang paling
cepat.
·
Menurut James A. F. Stoner pengambilan keputusan adalah proses
yang digunakan untuk memilih suatu tindakan sebagai cara pemecahan masalah.
Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa pengambilan
keputusan itu adalah suatu cara yang digunakan untuk memberikan suatu
pendapat yang dapat menyelesaikan suatu masalah dengan cara / teknik tertentu
agar dapat lebih diterima oleh semua pihak.
Dasar Pengambilan Keputusan
Menurut George R.Terry dan Brinckloe disebutkan dasar-dasar pendekatan
dari pengambilan keputusan yang dapat digunakan yaitu :
1. Intuisi
Pengambilan keputusan yang didasarkan atas intuisi atau perasaan
memiliki sifat subjektif sehingga mudah terkena pengaruh. Pengambilan keputusan
berdasarkan intuisi ini mengandung beberapa keuntungan dan kelemahan.
2. Pengalaman
Pengambilan keputusan berdasarkan pengalaman memiliki manfaat
bagi pengetahuan praktis, karena pengalaman seseorang dapat memperkirakan
keadaan sesuatu, dapat diperhitungkan untung ruginya terhadap keputusan yang
akan dihasilkan. Orang yang memiliki banyak pengalaman tentu akan lebih matang
dalam membuat keputusan akan tetapi, peristiwa yang lampau tidak sama dengan
peristiwa yang terjadi kini.
3. Fakta
Pengambilan keputusan berdasarkan fakta dapat memberikan keputusan
yang sehat, solid dan baik. Dengan fakta, maka tingkat kepercayaan terhadap
pengambilan keputusan dapat lebih tinggi, sehingga orang dapat menerima
keputusan-keputusan yang dibuat itu dengan rela dan lapang dada.
4. Wewenang
Pengambilan keputusan berdasarkan wewenang biasanya dilakukan
oleh pimpinan terhadap bawahannya atau orang yang lebih tinggi kedudukannya
kepada orang yang lebih rendah kedudukannya. Pengambilan keputusan berdasarkan
wewenang ini juga memiliki kelebihan dan kekurangan.
5. Logika/Rasional
Pengambilan keputusan yang berdasarkan logika ialah suatu studi
yang rasional terhadap semuan unsur pada setiap sisi dalam proses pengambilan
keputusan. Pada pengambilan keputusan yang berdasarkan rasional, keputusan yang
dihasilkan bersifat objektif, logis, lebih transparan, konsisten untuk
memaksimumkan hasil atau nilai dalam batas kendala tertentu, sehingga dapat
dikatakan mendekati kebenaran atau sesuai dengan apa yang diinginkan. Pada
pengambilan keputusan secara logika terdapat beberapa hal yang perlu
diperhatikan, yaitu :
·
Kejelasan masalah
·
Orientasi tujuan : kesatuan pengertian tujuan yang ingin dicapai
·
Pengetahuan alternatif : seluruh alternatif diketahui jenisnya
dan konsekuensinya
·
Preferensi yang jelas : alternatif bisa diurutkan sesuai
criteria
·
Hasil maksimal : pemilihan alternatif terbaik didasarkan atas
hasil ekonomis yang maksima.
Jenis – Jenis Keputusan Organisasi
Jenis keputusan dalam sebuah organisasi dapat digolongkan
berdasarkan banyaknya waktu yang diperlukan untuk mengambil keputusan tersebut,
bagian mana organisasi harus dapat melibatkan dalam mengambil keputusan dan
pada bagian organisasi mana keputusan tersebut difokuskan.
Secara garis besar jenis keputusan terbagi menjadi dua bagian
yaitu :
-. Keputusan Rutin
Keputusan Rutin adalah Keputusan yang sifatnya rutin dan
berulang-ulang serta biasanya telah dikembangkan untuk mengendalikannya.
-. Keputusan tidak Rutin
Keputusan tidak
Rutin adalah Keputusan yang diambil pada saat-saat khusus dan tidak bersifat
rutin.
1.Pengertian Pengambilan Keputusan
Pengambilan keputusan (desicion
making) adalah melakukan penilaian dan menjatuhkan pilihan. Keputusan ini
diambil setelah melalui beberapa perhitungan dan pertimbangan alternatif.
Sebelum pilihan dijatuhkan, ada beberapa tahap yang mungkin akan dilalui oleh
pembuat keputusan. Tahapan tersebut bisa saja meliputi identifikasi masalah
utama, menyusn alternatif yang akan dipilih dan sampai pada pengambilan
keputusan yang terbaik.
Secara umum, pengertian
pengambilan keputusan telah dikemukakan oleh banyak ahli, diantaranya adalah :
1.G. R. Terry : Mengemukakan bahwa pengambilan
keputusan adalah sebagai pemilihan yang didasarkan kriteria tertentu atas dua
atau lebih alternatif yang mungkin.
2.Claude S. Goerge, Jr : Mengatakan proses pengambilan
keputusan itu dikerjakan oleh kebanyakan manajer berupa suatu kesadaran,
kegiatan pemikiran yang termasuk pertimbangan, penilaian dan pemilihan diantara
sejumlah alternatif.
3.Horold dan Cyril ODonnell : Mereka mengatakan bahwa pengambilan
keputusan adalah pemilihan diantara alternatif mengenai suatu cara bertindak
yaitu inti dari perencanaan, suatu rencana tidak dapat dikatakan tidak ada jika
tidak ada keputusan, suatu sumber yang dapat dipercaya, petunjuk atau reputasi
yang telah dibuat.
4.P. Siagian : Pengambilan keputusan adalah suatu
pendekatan sistematis terhadap suatu masalah, pengumpulan fakta dan data,
penelitian yang matang atas alternatif dan tindakan.
2..Fase
Pengambilan Keputusan
1.Aktivitas intelegensia ;
Proses kreatif untuk menemukan kondisi yang mengharuskan keputusan dipilih atau
tidak.
2.Aktifitas desain ; Kegiatan
yang mengemukakan konsep berdasar aktifitas intelegensia untuk mencapai tujuan.
Aktifitas desain meliputi :
- menemukan cara-cara/metode
- mengembangkan metode
- menganalisa tindakan yang
dilakukan.
3.Aktifitas pemilihan ; Memilih
satu dari sekian banyak alternatif dalam pengambilan keputusan yang ada.
Pemilihan ini berdasar atas kriteria yang telah ditetapkan.
Dari tiga aktifutas tersebut
diatas, dapat disimpulkan tahap pengambilan keputusan adalah :
a. Mengidentifikasi masalah
utama
b. Menyusun alternatif
c. Menganalisis alternatif
d. Mengambil keputusan yang
terbaik
3. Teknik
Pengambilan Keputusan
1.Operational Research/Riset
Operasi ; Penggunaan metode saintifik dalam analisa dan pemecahan persoalan.
2.Linier Programming ; Riset
dengan rumus matematis. Teori Pengambilan Keputusan
3.Gaming War Game ; Teori
penentuan strategi.
4.Probability ; Teori
kemungkinan yang diterapkan pada kalkulasi rasional atas hal-hal tidak normal.
4.Proses Pengambilan Keputusan
Menurut
G. R. Terry :
1. Merumuskan problem yang
dihadapi
2. Menganalisa problem tersebut
3. Menetapkan sejumlah
alternatif
4. Mengevaluasi alternatif
5. Memilih alternatif keputusan
yang akan dilaksanakan
Menurut
Peter Drucer :
a. Menetapkan masalah
b. Manganalisa masalah
c. Mengembangkan alternatif
d. Mengambil keputusan yang
tepat
e. Mengambil keputusan menjadi
tindakan efektif
4.Konsep
Pengambilan Keputusan di dalam Sistem Informasi Manajemen
Konsep Pengambilan Keputusan di Dalam Sistem Informasi Manajemen
1.1 Kerangka Dasar Pengambilan
Keputusan
Dalam
manajemen, pengambilan keputusan (decision making) memegang peranan penting
karena keputusan yang diambil oleh manajer merupakan hasil pemikiran akhir yang
harus dilaksanakan oleh bawahannya atau organisasi yang yang ia pimpin.
Keputusan manajer sangat penting karena menyagkut semua aspek . Kesalahan dalam
mengambil keputusan bisa merugikan organisasi, mulai dari kerugian citra sampai
pada kerugian uang. Pengambilan keputusan adalh suatu proses pemikiran dalam
pemecahan masalah untuk memperoleh hasil yang akan dilaksanakan.
Ada masalah yang midah diselaisaikan ada
pula masalah yang sulit, tergantung besarnya masalah dan luasnya dengan
beberapa faktor. Model yang bermanfaat dan terkenal senbagai kerangka dasar
proses pengambilan keputusan yang dikemukakan oleh Herbert A.Simon terdiri atas
tiga tahap, yaitu :
1.
Pemahaman
Menyelidiki
lingkungan kondisi yang memerlukan keputusan. Data mentah yang diperoleh diolah
dan diperiksa untuk dijadikan petunjuk yang dapat memenyukan masalahnya.
2.
Perancangan
Menemikan,
mengembangkan dan menganalisis arah tindakan yang mungkin dapat digunakan. Hal
ini mengandung proses untuk memahami masalah untuk menghasilkan cara pemecahan
dan menguji apakah cara pemecahan tersebut dapat dilaksanakan.
3.
Pemilihan
Memilih
arah tindakan tertentu dari semua arah tindakan yang ada. Pilihan ditentukan
dan dilaksanakan.
Model
Simon ada hubungannya dengan sisten informasi manajemen. Hubungan ini
diikhtisarkan untuk ketiga tahap model Simon yaitu :
1.
Pemahaman
Proses
penyelidikan mengandung pemeriksaan data baik dengan cara yang telah ditentukan
maupun dengan cara khusus. SIM harus memberikan kedua cara tersebut. Sistem
informasi harus meneliti semua data dan menganjukan permintaan untuk diuji
mengenai situasi yang jelas menurut perhatian. Baik SIM maupun organisasi harus
menyediakan saluran komunikasi untuk masalah yang diketahui dengan jelas agar
disampaikan kepada organisasi tingkat atas sehingga masalah tersebut dapat
ditangani.
2.
Perancangan
SIM
harus mengandung model keputusan untuk mengolah data dan memprakasai pemecahan
alternatif. Model harus membantu menganalisis alternatif.
3.
Pemilihan
SIM
menjadi paling efektif apabila hasil perancangan disajikan dalam suatu bentuk
keputusan. Apabila telah dilakukan pemilihan, peranan SIM berubah menjadi
pengumpulan data untuk umpan balik dan penilaian kemudian.
Sistem
pengambilan keputusan dibagi menjadi dua berdasarkan sifatnya, terbuka atau
tertutup. Sistem penganbilan keputusan tertutup menganggap bahwa keputusan dipisahkan
dari masukan yang tidak ketahui dari lingkungannya. Dalam sistem ini,
pengambilan keputusan tertutup dianggap :
a.Mengetahui semua alternatiuf dan akibat atau masing-masing
alternatif.
b.Mempunyai
suatu metode (aturan, hubungan dan sebagainya) yang
memungkinkan
ia membuat urutan alternatif yang lebih disukai.
c.Memilih
alternatif yang memaksimalkan sesuatu seperti keuntungan,
volume
penjualan atau kegunaan.
Sedangkan
model keputusan terbuka menganggap pbahwa pengambilan keputusan terbuka
menganggap bahwa penganbilan kepuusan:
a.
Tidak mengetahui senua alternatif dan semua hasil
b.
Melakukan penyelidikan sacara terbatas untuk menemukan beberapa
alternatif
yang memuaskan.
c.
Mengambil keputusan yang memuaskan tingkat keinginannya.
Model terbuka adalah dinamis
atas urutan pilihan karena tingkat keinginan berubah menanggapi perbedaan
antara hasil dan tingkat keinginan.
1.1.1 Pengertian Pengambilan
Keputusan
Pembuatan keputusan ini
bertujuan mengatasi atau memecahkan masalah yang bersangkuatan sehingga usaha
pencapaiian tujuan yang dimaksud dapat dilaksanakan secara baik dan efektif.
Masalah atau problem yang dimaksud dapat dibagi tiga golongan besar, yaitu
masalah korektif, masalah progresif, dan masalanh kreatif.
Masalah korektif adalah masalah
yang timbul karena adanya penyimpangan dari apa yang direncanakan. Masalah
progresif adalah suatu masalah yang terjadi akibat adanya keinginan untuk
memperbaiki atau meningkatkan suatu prestasi ayau hasil masa lalu. Misalnya,
suatu perusahaan ingin memperbesar atau memperluas market sharenya atau suatu
pabrik mobil ingin memproduksi suatu kendaraan yang lebih irit bahan bakarnya.
Masalah kreatif adalah suatu masalah yang muncul karena adanya keinginan untuk
menciptakan sesuatu yang sama sekali baru. Hal ini dapat dicontohkan sebuah
pabrik mobil ingin menciptakan kendaraan dengan energi matahari.
1.1.2 Teknik pengambilan
keputusan
Herbert A Simon mengemukakan
teknik tradisional dan modern dalam pembuatan keputusan yang diprogram dan
tidak diprogram. Lihat tabel 1.1
Tabel 1.1 Teknik-teknik
pembuatan keputusan tradisional dan modern
Tipe-tipe
keputusan
|
Teknik-teknik pembuatan keputusan
|
|
Tradisional
|
Modern
|
|
Diprogram:
Keputusan
rutin dan berulang-ulang.Organisasi mengenbangkan proses khusus bagi
penanganannya
|
1. Kebiasaan
2. Kegiatan
rutin:
Prosedur
pengoperasiaan
standar.
3. Stuktur
organisasi
tersusun
baik.
|
1. Teknik
riset operasi
Analisis
matematik
Model-model
2.
Pengolahan data
elektronik.
|
Tidak
diprogram:
Keputusan
sekali dipakai, disusun tidak sehat dan kebijaksanaan.Ditangani dengan proses
pemecahan masalah umum
|
1. Kebijakan
dan
Kreatifitas.
2. Coba-coba
3. Selektif
dan latihan
para
pelaksana.
|
1. Teknik opemecahan masalah yang diterapkan pada :
1. Latihan
membuat
keputusan.
2. penyusunan Heurictic
|
1.1.3Proses
pengambilan keputusan
Proses
pengambilan keputusan memiliki berapa tahap :
Tahap 1
: Pemahaman dan Perumusan Masalah. Para manager sering menghadapi kenyataan
bahwa masalah yang sebenarnya sulit dikemukaan atau bahkan sering hanya
mengidentifikasikan masalah, bukan penyebab dasar. Para manager dapat
mengidentifi8kasi masaklah dengan beberapa cara. Pertama, manager secra
sistematis menguji hubungan sebab-akibat. Kedua manager mencari penyimpangan
atau perubahan dari yang noirmal.
Tahap 2
: Pengumpulan dan Analisis Data yang Relevan. Setelah manajer menemukan dan
merumuskan masalah, manajer harus memutuskan langkah-langkah selanjutnya.
Manajer pertama kali harus menentukan data-data apa yang dibutuhkan untuk
membuat keputusan yang tepat dan kemudiaan mendapatkan informasi tersebut.
Tahap 3
: Pegembangan Alternatif-Alternatif. Kecenderungan untuk menerima alternatif
keputusan pertama yang feasibel sering menghindarkan manager dari pencapaian
penyelesaian yang terbaik untuk masalah manajer.Pengembangan sejumlah
alternatif memungkinkan manajer menolak kecnderungan untuk membuat keputusan
terlalu cepat dan membuat keputusan yang efektif. Manager harus memilih suatu
alternatif yang cukup baik, walaupun bukan esuatu yang sempurna atau ideal.
Tahap 4
: Evaluasi Alternatif-Alternatif. Setelah manajer mengembangkan sekumpulan
alternatif, mansger harus mengevaluasi sekumpulan alternati, manager harus
mengevaluasi untuk menilai efektifitas etiap alternatif.
Tahap 5
: Pemilihan Alternatif Terbaik. Pembuatan keputusan merupakan hasil evaluasi
berbagai alternatif. Alternatif terpilih akan didasarkan pada jumlah informasi
bagi manager dan ketidaksempurnaan kebijakan manajer.
Tahap
6: Implementasi Keputusan . Setelah alternatif terbaik dipilih, para manager
harus membuat rencana untuk mengatasi berbagai permasalahan dam masalah yang
mungkin dijumpai dalam penerapan keputusan. Dalam hal ini, manager perlu
memperhatikan berbagai resiko dan ketidakpastian sebagai konsekuensi dibuatnya
suatu keputusan. Disamping itu, pada tahapimplementasi keputusan manager juga
perlu menetapkan prosedur laporan kemajuaan periodik dan memnpersiapkan
tindakan korektif bila masalah baru muncul dalam pembuatan kjeputusan, serta
merancang peringatan dini untuk menghadapi berbagai kemungkinan.
Tahap
7: Evaluasi Hasil-Hasil. Keputusan. Implementasi keputusan harus selalu
dimonitor. Manajer harus meangevaluasi apakah implementasi dilakukan dengan
lancar dan keputusan memberikan hasil yang diinginkan.
1.1.4
Kriteria Pengambilan Keputusan
Kriteria
untuk memilih alternatif dalam model normative adalah pemaksimalan (laba,
kegunaan, nilai yang diharapkan dan sebagainya(. Tujuan ini apabila dinyatakan
dalam bentuk kwantitatif disebut fungsi objektif untuk suau keputusan. Dalam
model ekonomi klasik, manusia rasional dianggap memaksimakan kegunaan. Kegunaan
ini dirumuskan sebagai sifat hasil yang memberikan kesenangan atau
menghindarkan kesusahan. Bagi suatu perusahaan, kegunaan biasanya dipandang
sebagai laba, tetapi hal ini dapat juga berupa penjualan, bagi pasar, dan lai
sebagainya.
Suatu
pandangan alternative mengenai criteria untuk pengambilann keputusaan adalah
pemuasan. Pandangan ini berasal dari model perilaku deskriptif yang menyatakan
penyelidikan untuk mendapatkannya. Mereka tidak senuhnya rasional atau cermat
dalam penyelidikan aytau penelitiaannya. Mereka menyederhanakan factor-faktor
ayang harus dipertimbangkan.
1.2Skala
Pengukuran Pengambilan Keputusan
Pada
hakekatnya pembuatan keputusan dipandang sebagai suatu proses dalam usaha
mencari jalan keluar dari suatu masalah atau problem. Istilah proses
menyiratkan adanya suatu rangkaian atau tahap-ytahap yang teratur menuju suatu
tujuan yang telah ditetapkan , yaitu penyelesaian suatu persoalan. Tolak ukur
kuantitatif mengenai manfaat dan biaya bertujuan mempermudah perbandingan
antara keefektifan beraneka alternatif cara penggarapan dalam situasi
keputusan. Disini jelas nilai-nilai dan tingkat ukurannya dalam bentuk
angka-angka atau kuantitatif. Skala pengukuran ini disusun menurut urutan
bertambah banyaknya batasan yang diadakannya. Skala pengukuran yang dimaksud
dapat dirinci dan dijelaskan dibawah ini.
1.2.Skala
Nominal
Skala
Nominal aadalah pengukuran dengan taraf yang peling rendah. Disini suatu objek
digolong-glongkan dengan simbol-simbol atau angka-angka yang bersifat
kualitatif dan kuantitatif. Simbol-simbol atau angka-angka ini dipakai untuk
member identitas suatu kelompok tertentu. Misalkan plat nomor kendaraan
bermotor juga merupakan skala nominal karena nomor dan huruf pada kendaraan
tersebut menerangkan tempat kendaraan yang bersangkutan terdaftar. Pengambilan
keputusan dengan skala nominal agak sulit dilakukan karena skala ini tidak
memperlihatkan suatu jenjang nilai dari sejumlah alterntif keputusan. Skala ini
hanya memperlihatkan perbedaan antargolongan.
Skala
nominal digunakan untuk memilih hasil alternative yang hubungannya paling dekat
atau paling berarti bagi sasaran yang dituju atau memilih alternative dengan
biaya terendah bila terdaat alternative hasil yang relative sama atau tidak
berbeda nilainya dalam hubungannya dengan sasaran yang dituju.
1.2.2.Skala
Ordinal
Skala
ordinal adalah suatu skala pengukuran yang sifatnya kualitatif yang menunjukan
adanya suatu jenjang urutan prefensi yang dikaitkan pada suatu tujuan atau
kondisi yang ditentukan atau dapat dikatakan bahwa skala ordinal adalah
objek-objek dalam suatu kategori yang mingkin tidak berbeda deangan objek
lainnya. Akan tetapi. Masing-masing objek tersebut tergabung dalam suatu
hubungan yang bertsifat yang satu lebih dari yang lainseperti lebih suka, lebih
tinggi, lebih besar dan lain sebagainya.
Untuk
mempermudah pengambilan keputusan dalam kasus ini biasanya setiap kemungkinan
hasil dari al;ternatif diberi score nilai sehubungan dengan jenjang nilai atau
keartiaannya terhadap sasaran atau tujuan yang ingin dicapai.
1.2.3Skala
Interval
Skala
interval adalah suatu skala yang mempunyai cirri-ciri skala ordinal, yang
selisih dari tiap-tiap angka atau jenjang prefensi dalam skala tersebut
diketahui besarnya dan kemudian pengukurannya. Pengukuran dengan skala interval
untuk pembuatan keputusan dilakukan dengan membuat suatu hubungan yang linear
diantara komponen-komponen atau variabel-variabel yang diukur. Dalam suatu
perusahaan industri, hal ini biasanya menyangkut kombinasi pemakaian bahan baku
untuk membuat suatu barang atau produk.
1.2.4Skala
Ratio
Skala
ratio adalah suatu skala interval yang mempunyai titik nol yang nyata. Dalam
slkala ini perbandingan setiap titik pada init pengukuran adalah bebas. Pada
skala ini, perbandingan dari setiap titik pada unit pengukuran biasanya banyak
ditemui dalam ilmu alam fisika, yaitu benda-benda atau simbol-simbol tertentu
seperti =, >, Y=Kx. X/Y, dan lain-lain.
Pengukuran
dengan skala ratio untuk pembuatan keputusan paling mudah dilakan karena langsung
diketahu perbedaan dan perbandingan jenjang nilai dari setiap hasil alternatif.
1.2.5Skala
Absolut
Skala
absolut merupakan ukuran kuantitatif yang jelas dan nyata dan dapat
dibandingkan secara langsung. Situasi atau kondisi keputusan yang terstuktur
secara sempurna biasanya banyak ditemukan dalam jenis keputusan yang bersifat
korekif, dengan skala pengukuran ratio aatau absolute karena dalam hai ini
setiap alternative yang akan dipilih jelas ukuran manfaat dan biayanya dalam
angka-angka yang mudah dibandingkan. Selanjutnya, situasi atau kondisi
keputusan yang tidak terstruktur banyak dijumpai dalam masalah-masalah yang
bersifat kreatif dengan skala pengukuran nominal, ordinal, dan interval.
1.3
Metode Kuantitatif dalam Pembuatan Keputusan
Operasi
berbagai organisai telah semakin kompleks dan mahal. Karena itu, menjadi
semakin sulit dan penting bagi para manajer untuk membuat rencana dan keputusan
yang efektif. Berbagai teknik dan peralatan kuantitatif dalam pembuatan
keputusan telah dikembangkan lebih dari 40 tahun dan dikenal sebagai
teknikmanagement science dan operations research. Pada umumnya, kedua istilah
tersebut digunakan berrgantian dengan pengertian yang sama yaitu riset
operasi(operations research)
1.3.1Konsep
Riset Operasi
Ada
tujuh ciri utama riset operasi dalam proses pengambilan keputusan yang dapat
dirinci sebagai berikut :
Terpusat
pada pembutan keputusan
Penggunaan
metode ilmiah
Penggunaan
mdel matematik
Efektifitas
ekonomis
Bergantung
pada computer
Pendekatan
tim
Organisasi
system
Sedangkan
pendekatan riset operasi untuk pemecahan masalah
Sebagai
alternative di dalam proses pengambilan keputusan mempunyai lima tahap, yaitu :
Diagnosa
masalah
Perumusan
masalah
Pembuatan
model
Analisis
model
Implementasi
penemuan
1.3.2Model
Riset Operasi
Sebagian
besar proyek riset operasi sangat berstandar pada model matematika. Ada
sejumlah cara pengelompokan model yang digunakan dalanm riset operasi, yaitu
model normative dan deskriptif. Model normatif menggambarkan apa yang
seharusnya dilakukan. Model deskriptif menggambarkan segala sesuatu bagaimana
adanya. Beberapa model dan teknik operasianal sebagai berikut :
Progmasi
linear adalah
suatu peralatan riset yang digunakan untuk memecahkan masalah optimasiatau
masalah satu jawaban paling baikdari serangkaian alternative. Model progmasi
linear termasuk model normative karena memcari penyelesaian optimum.
Teori
antrian. Karena hamper semua ekonomi dan bisnis beroperasi dengan
sejumlah sumber daya yany relative terbatas, maka sering dijumpai orang-orang,
produk, komponen produk, atau kertas kerja sedang menunggu dilayani. Teori
antrian atau sering disebut model garis tunggu dikembangkan untuk membantu para
manajer memutuskan berapa panjang suatu garis tungguyang paling dapat diterima.
Analisis
network adalah
peralatan yang dikembangkan untuk membantu manajeman dalam perencanaan,
pengawasan, dan proyek yang relative kompleks dan tudak rutin. Model ini yang
terkenal adalah PERT(Program
Evaluation and Review Technique) dan CPM (Critical Path Method).
PERT banyak digunakan untuk merencanakan dan mengawasi program penelitian dan
pengembangan, sedangkan CPM digunakan dalam proyek konstruksi.
Teori
permainan adalah
suatu pendekatan matematik untuk pembuatan model persaingan atau pertentangan
antara pihak yang berkempentingan. Teori ini dikembangkan untuk menganalisis
proses pembuatan keputusan pada berbagai macam situasi persaingan yang
melibatkan konfliks.
Model
rantai Markov adalah
suatu teknik matematik yang berguna untuk pemmbuatan model berbagai macam system
dan proes yang bisnis. Model ini digunakan untuk memperkirakan perubahan di
waktu yang akan dating dalam berbagai variabel dinamik berdasarkan perubahan di
waktu yang lalu dalam variabel tersebut.
Progamasi
dinamik adalah
sekumpulan teknik progmasi yang digunakan untuk pembuatan keputusan yang
bertingkat-tingkat. Tujuan model ini adalah mengoptimumkan(memaksimalkan atau
meminimalkan) seluruh keputusan berurutan yang saling berhubungan sepanjang
periode waktu tertentu.
Simulasi adalah kegiatan percobaan-percobaan dengan
suatu model (bukan kehidupan nyata) dalam berbagai cara teratur dan
direncanakan. Model ini menciba meniru suatu bagian operasio organisasi guna
mengamati perkembangannya dari waktu ke waktu untuk melekukan percobaan dengan
bagian tersebut melalui pengubahan variabel-variabel tertentu. Kerena adanya
computer, model-model simulasi pada umumnya adalah model matematik yang paling
komprehensif.
1.3.3Aplikasi
Riset Operasinal
Masalah-masalah
yang dapat menggunakan teknik-teknik operasinal adalah sebagai berikut :
Masalah
persediaan, masalah ini merupakan salah satu masalah yang paling baik
dipecahkahkan dengan teknik-teknik riset operasional karena menyangkut
penyeimbangan tujuan-tujuan yang saling bertentangan Pertentangan tersebut
terjadi antara biaya pemesanan dan biaya penyimpangan produk. Biaya pemesanan
setiap satuan produk cenderung turun bila kuantitas pemesanan naik.
Penyelesaian optimal dapat diperoleh melaluimpenggunaan teknik-teknik riset
operasional yang menyeinbangkan kedua biaya tersebut.
Masalah
alokasi. Pemecahan masalah alokasi dapat dicontohkan dengan mencari
kombinasi optimal antara karyawan dan mesin yang akan meminimumkan biaya.
Masalah
antrian. Masalah antrian menyamgkut perancangan bernagai fasilitas
untuk memenuhi permintaan akan pelayanan.Masalah antrianbiasanya dipusatkan
dengan teori antrian, tetapi masalah kompleks memerlukan teknik-teknik simulasi
Masalah
pengurutan. Masalah ini timbul apabila manajer harus memutuskan dalam
urutan bagaimana bagian-bagian suatu pekerjaan akan dilaksanakan. Penyelesaian
masalah ini biasanya dicari melalui simulasi yang memungkinkan pengujian
efisiensi berbagai urutan yang berbeda.
Masalah
routing. Masalah routing timbul bila manajer harus memutuskan kapan
bagian suatu pekerjaan dilaksanakan. Masalah ini dapat ditangani dngan progmasi
linear, model antrian, atau kombinasi keduanya.
Masalah
penggantian. Banyak peralatan mahal organisasi akan using atau tidak
terpakai, misalya mesin dan truk sehingga bila dipertahankan untuk periode
waktu yang terlalu lama menjadi tidak efisien dan meningkatkan biaya operasi,
misalnya biaya pemeliharaan.Masalah ini biasanya menggunakan programasi linear.
Masalah
persaingan. Masalah ini berkembang bila dua atau lebih organisasi berusaha
mencapai tujuan yang saling bertentangan seperti organisasi berusaha untuk
meningkatkan bagian pasarnya yang berarti kenaikan bagi organisasi yang satu
merupakan penurunan bagi organisasi yang lain. Teori permainan dapat digunakan
dalam penyelesaian masalah ini.
Masalah
pencarian. Kesalahan atau ketidaklengkapan informasi dapat mengakibatkan
keputusan yang salah dan selanjutnya memerlukan waktu dan biaya untuk
memperbaikinya. Sebaiknya pengumpulan informasi juga memerlukan biaya dan
waktu. Peralatan statistic dikombinasikan dengan menggunakan model progmasi
linear merupakan teknik yang banyak digunakan bagi masalah pencarian.


