UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS ILMU KOMPUTER & TEKNOLOGI INFORMASI
TUGAS
ETIKA & PROFESIONALISME TSI
“KASUS CYBER RANSOMWARE GLOBAL PELAKU HACKER WANNACRY
ASAL KOREA UTARA TERHADAP PERUSAHAAN BISNIS DI AMERIKA”
NAMA : ADITYA BUANA SAPUTRA
NPM : 10115175
KELAS
: 4KA16
JURUSAN
: SISTEM INFORMASI
FAKULTAS : ILMU KOMPUTER & TEKNOLOGI INFORMASI
_________________________________________________________________________________
JAKARTA
2019
“AS Beri Sanksi Pelaku Hacker WannaCry
Asal Korea Utara”
Reuters,
CNN Indonesia | Jumat, 07/09/2018 14:05 WIB
Bagikan
: Ilustrasi. (Foto: REUTERS/Kacper Pempel)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah
Amerika Serikat telah menuduh dan menjatuhkan sanksi kepada seorang pria
berkebangsaan Korea Utara atas serangan cyber ransomware global, WannaCry pada
2017.
Pria yang sama juga diduga menjadi pelaku cyber assault terhadap Sony Corp pada 2015. Dilansir dari Reuters, peretas asal Korea Utara tersebut masuk ke bank sentral Bangladesh pada 2016.
Park Jin Hyok bekerja sebagai bagian dari tim peretas, juga dikenal sebagai Lazarus Group telah mencoba meretas beberapa bisnis Amerika Serikat lainnya. Departemen Keuangan AS telah memberlakukan sanksi terhadap Park dan perusahaan yang berbasis di China tempat dia bekerja, Chosun Expo.
Pria yang sama juga diduga menjadi pelaku cyber assault terhadap Sony Corp pada 2015. Dilansir dari Reuters, peretas asal Korea Utara tersebut masuk ke bank sentral Bangladesh pada 2016.
Park Jin Hyok bekerja sebagai bagian dari tim peretas, juga dikenal sebagai Lazarus Group telah mencoba meretas beberapa bisnis Amerika Serikat lainnya. Departemen Keuangan AS telah memberlakukan sanksi terhadap Park dan perusahaan yang berbasis di China tempat dia bekerja, Chosun Expo.
Pada 2014, para pejabat AS mengatakan
hacker Korea Utara yang tidak disebutkan namanya bertanggung jawab atas intrusi
siber yang besar ke Sony, yang mengakibatkan kebocoran dokumen internal dan
data yang dihancurkan.
Serangan itu terjadi setelah Pyongyang mengirim surat kepada PBB, menuntut agar Sony tidak bergerak maju dengan film The Interview yang menggambarkan pembunuhan yang didukung Amerika Serikat dengan karakter yang dibuat mirip seperti pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.
Park menggunakan serangkaian serangang online yang bersifat personal untuk platform media sosial, termasuk di Facebook dan Twitter. Dia mengirim tautan negatif ke individu yang terlibat dalam produksi The Interview.
Serangan itu terjadi setelah Pyongyang mengirim surat kepada PBB, menuntut agar Sony tidak bergerak maju dengan film The Interview yang menggambarkan pembunuhan yang didukung Amerika Serikat dengan karakter yang dibuat mirip seperti pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.
Park menggunakan serangkaian serangang online yang bersifat personal untuk platform media sosial, termasuk di Facebook dan Twitter. Dia mengirim tautan negatif ke individu yang terlibat dalam produksi The Interview.
Tautan negatif tersebut membawa malware
yang dikendalikan Korea Utara. Pada November 2014, Park diduga meluncurkan
serangan yang berfokus pada media sosial yang sama terhadap karyawan Bioskop
AMC.
Tak hanya itu, tahun lalu, serangan ransomware WannaCry mempengaruhi ribuan bisnis di seluruh dunia melalui virus komputer yang mengenkripsi file pada sistem yang terpengaruh, termasuk Layanan Kesehatan Nasional Inggris, di mana sistem komputer nonfungsional.
Tuduhan ke Korea Utara
Asisten Jaksa Agung dari Divisi Keamanan Nasional John Demers mengatakan bahwa untuk pertama kalinya Departemen Kehakiman AS telah resmi menuduh seorang hacker sehubungan dengan kejahatan cyber yang 'disponsori' oleh pemerintah Korea Utara.
Tak hanya itu, tahun lalu, serangan ransomware WannaCry mempengaruhi ribuan bisnis di seluruh dunia melalui virus komputer yang mengenkripsi file pada sistem yang terpengaruh, termasuk Layanan Kesehatan Nasional Inggris, di mana sistem komputer nonfungsional.
Tuduhan ke Korea Utara
Asisten Jaksa Agung dari Divisi Keamanan Nasional John Demers mengatakan bahwa untuk pertama kalinya Departemen Kehakiman AS telah resmi menuduh seorang hacker sehubungan dengan kejahatan cyber yang 'disponsori' oleh pemerintah Korea Utara.
"Departemen telah menugaskan,
menangkap dan memenjarakan para peretas yang bekerja untuk pemerintah China,
Rusia dan Iran. Hari ini, kami menambahkan rezim Korea Utara ke daftar kami,
menyelesaikan empat dari empat musuh utama kami di dunia maya," jelas
Demers kepada Reuters, Kamis (6/9).
Seorang pejabat senior Departemen Kehakiman mengatakan investigasi kriminal ke Park dan antek-anteknya masih berlangsung. Belum ada komunikasi antara AS dan pemerintah Korea Utara tentang kemungkinan ekstradisi, kata pejabat itu. (age/asa).
Seorang pejabat senior Departemen Kehakiman mengatakan investigasi kriminal ke Park dan antek-anteknya masih berlangsung. Belum ada komunikasi antara AS dan pemerintah Korea Utara tentang kemungkinan ekstradisi, kata pejabat itu. (age/asa).
Sumber:
https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20180907100159-185-328417/as-beri-sanksi-pelaku-hacker-wannacry-asal-korut
_________________________________________________________________________________
DAFTAR PUSTAKA
1. Link Berita.
https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=https://m.cnnindonesia.com/teknologi/20180907100159-185-328417/as-beri-sanksi-pelaku-hacker-wannacry-asal-korut&ved=2ahUKEwielOX3vKzhAhWTdn0KHTQfDJQQFjAAegQIAxAB&usg=AOvVaw2uWpU0GndsOJhJvMS7OSbL
2. Link Google Drive.
https://drive.google.com/file/d/1IXWHo4Fco4V8Gz6r_wUkhmVjvrNV6YB9/view?usp=drivesdk
3. Link Word & Ppt.
Word
https://drive.google.com/file/d/1pdCfOHnWApqb8a770fy2v_YLdZ_bldd3/view?usp=drivesdk
Ppt.
https://drive.google.com/file/d/1Y-sMBFYwSPkIfUiK0IkUuSG6VpecJpJi/view?usp=drivesdk


